Kekerasan Verbal dalam Merespons Status dan Komentar Politik di Media Sosial dan Implikasinya terhadap Kesantunan Berbahasa

Duddy Zein, NFN Wagiati

Abstract


This paper is entitled "Verbal Violence in Responding to Status and Political Comments on Social Media and Its Implications to Language Politeness". This study examines patterns of verbal violence displayed by supporters of candidate pairs in responding to political discourse on the 2019 presidential election. The focus of the study is about mass communication which shows the existence of verbal violence and its implications for language politeness. This research uses a descriptive method. The data analyzed in this research are comments, status, and tweets as response from netizens who support presidential candidate pairs in the 2019 presidential election. Data is taken from several social media, such as Facebook, Twitter, Instagram, Line, and Whatsapp. Determination of the research object is done with purposive considerations. The results showed that (1) on various occasions on social media, supporters of each pair of candidates dominantly use expressive speech acts; (2) supporters of candidate pairs often violate the principles of politeness, namely violating the maxims of wisdom, generosity, praise, humility, agreement, and sympathy; (3) the existence of verbal violence is caused by messages conveyed through social media which tend to be free, without having to go through the gate keeper process.


Abstrak


Tulisan ini berjudul “Kekerasan Verbal dalam Merespons Status dan Komentar Politik di Media Sosial dan Implikasinya terhadap Kesantunan Berbahasa”. Penelitian ini mengkaji pola-pola kekerasan verbal yang ditampilkan oleh para pendukung pasangan calon dalam merespons wacana politik pemilihan presiden pada tahun 2019. Fokus kajian pada penelitian ini adalah komunikasi massa yang memperlihatkan adanya kekerasan verbal dan implikasinya terhadap kesantunan berbahasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data yang dianalisis dalam penelitin ini berupa komentar, status, dan tweet sebagai respons dari netizen pendukung pasangan calon presiden pada pemilihan presiden tahun 2019 terhadap wacana politik pilpres tersebut. Data diambil dari beberapa media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, Line, dan Whatsapp. Penentuan objek penelitian dilakukan dengan pertimbangan purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) dalam berbagai kesempatan di media sosial, para pendukung setiap pasangan calon secara dominan menggunakan tindak tutur ekspresif; (2) para pendukung paslon kerap kali melanggar prinsip-prinsip kesantunan, yaitu pelanggaran terhadap maksim kearifan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, kesepakatan, dan kesimpatian; (3) adanya kekerasan verbal disebabkan oleh pesan yang disampaikan lewat media sosial cenderung bebas, tanpa harus melalui proses gate keeper.


Keywords


verbal violence; social media; politics; presidential election; language politeness

Full Text:

PDF

References


Abdurrahman. (2011). Pragmatik; Konsep Dasar Memahami Konteks Tuturan. Lingua Jurnal Ilmu Bahasa Dan Sastra, 1(2), 1-19.

https://doi.org/10.18860/ling.v1i2.548

Adek, M. (2016). Analisis Perbandingan Wacana Kampanye Hitam dan Putih Tentang Jokowi pada Pilpres 2014 dan Pergerakan Wacananya (Universitas Andalas).

https://doi.org/10.31227/osf.io/gwhju

Agustifar, M., dan Suprihatini, T. (2013). Intensitas Penggunaan Internet Terhadap Perubahan Kebiasaan Aktivitas Sehari-Hari pada Mahasiswa Reguler Satu Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro. Interaksi Online, 2(2).

Agustina. (2017). Kekerasan Verbal dalam Pilkada DKI: Mengungkap Tingkat Kesantunan Masyarakat Berwacana Politik. Prosiding Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Gamitan Masyarakat Multikultural. Padang: Bahasa dan Sastra Indonesia FBS Universitas Padang.

Ahdiyat, M. A. (2020). Kekerasan Verbal di Konten Youtube Indonesia dalam Perspektif Kultivasi. Ettisal: Journal of Communication, 5(2), 211-225. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21111/ejoc.v5i2.4578.

Alabdali, T. S. (2019). Revisiting Brown and Levinson's Politeness Theory: A Middle-Eastern Perspective. Bulletin of Advanced English Studies, 2(2), 73-78.

https://doi.org/10.31559/baes2019.2.2.3

Alwi, H., Dardjowidjojo, S., Lapoliwa, H., dan Moeliono, A. M. (2010). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Amalia, A. (2018). Ketika Media Terlibat Politik Praktis (Sebuah Tinjauan Kritis Terhadap Ideologi Media). Communiverse: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(1), 37-42.

Arifuddin, M. T. (2016). Why Political Parties Colonize the Media in Indonesia: An Exploration of Mediatization. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 20(1), 16-33.

https://doi.org/10.22146/jsp.17994

Blum-Kulka. (1987). Indirectness and Politeness in Requests: Same or Different. Journal of Pragmatics, 11(2), 131-146.

https://doi.org/10.1016/0378-2166(87)90192-5

Chaer, A. (2012). Linguistik Umum: Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.

Dari, W. A., Chandra W., D. E., dan Siti, S. (2017). Analisis Kesantunan Berbahasa pada Kegiatan Pembelajaran Kelas VIII E SMPN 2 Kota Bengkulu Tahun Ajaran 2016/2017. Jurnal Korpus, 1(1), 10-21.

https://doi.org/10.33369/jik.v1i1.3122

Daulay, M. A. dan Iskandar, A. R. (2017). Kebebasan Pers dan Verifikasi Terhadap Media Massa. Journal of Strategic Communication, 7(2), 54-68.

Erdinaya dan Ardianto. (2001). Mass Communication: An Introduction. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Gamble, T. K. dan Gamble, M. (2002). Communication Works. New York: McGraw-Hill.

Gil, J. M. (2012). Face-Threatening Speech Acts and Face-Invading Speech Acts: An Interpretation of Politeness Phenomena. International Journal of Linguistics, 4(2), 400-411.

https://doi.org/10.5296/ijl.v4i2.1858

Hutagalung, I. (2013). Dinamika Sistem Pers di Indoneia. Jurnal Interaksi, 2(2), 53-60.

Kara, H. dan Pickering, L. (2017). New Directions in Qualitative Research Ethics. International Journal of Social Research Methodology, 20(3), 239-241.

https://doi.org/10.1080/13645579.2017.1287869

Karimkhanlooei, G. dan Vaezi, N. (2017). Politeness Strategies in Written Communications: The Issue of Iranian EFL Learners. Journal of Language and Cultural Education, 5(3), 108-126.

https://doi.org/10.1515/jolace-2017-0031

Mohajan, H. K. (2018). Qualitative Research Methodology in Social Sciences and Related Subjects. Journal of Economic Development, Environment and People, 7(1), 1-29.

https://doi.org/10.26458/jedep.v7i1.571

Ningrum, D. J., Suryadi dan Wardhana, D. E. C. (2018). Kajian Ujaran Kebencian di Media Sosial. Jurnal Ilmiah Korpus, 2(3), 241-252.

https://doi.org/10.33369/jik.v2i3.6779

Rahmi. (2019). Kebebasan Pers dan Demokrasi di Indonesia. Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan, 6(1), 78-85.

https://doi.org/10.32332/al-fathin.v1i2.1287

Rosniar, Unde, A. A. dan Hasrullah. (2013). Ideologi dan Hegemoni Media Cetak Melalui Editorial pada Harian Media Indonesia. Jurnal Komunikasi Kareba, 2(2), 187-193.

Saefudin. (2013). Pendekatan Pragmatik dalam Mendukung Kemampuan Komunikasi Lisan. Al-Turāṡ, 19(1), 1-12.

https://doi.org/10.15408/bat.v19i1.3694

Saefudin, A. (2008). Perkembangan Teknologi Komunikasi: Perspektif Komunikasi Peradaban. Jurnal Mediator, 9(2), 383-392.

https://doi.org/10.29313/mediator.v9i2.1113

Saifudin, A. (2019). Teori Tindak Tutur dalam Studi Linguistik Pragmatik. Jurnal LITE, 15(1), 1-16.

https://doi.org/10.33633/lite.v15i1.2382

Suciartini, N. N. A. dan Sumartini, N. L. P. U. (2018). Verbal Bullying dalam Media Sosial Ditinjau dari Perspektif Penyimpangan Prinsip Kesantunan Berbahasa. Widyadari Jurnal Pendidikan, 19(2), 33-54.

https://doi.org/10.30659/j.6.2.152-171

Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Sanata Darma University Press.

Susanto, E. H. (2013). Media Massa, Pemerintah dan Pemilik Modal. Jurnal Komunikasi, 1(6), 477-484.

https://doi.org/10.24329/aspikom.v1i6.53

Suyanto, B. (2016). Media Sosial di Era Masyarakat Digital. Media Indonesia.

Syahputra, I., Kunandar, A., dan Iqbal, F. (2016). Agama, Politik, dan Ideologi Media (Analisis Wacana Kritis Berita Korupsi Petinggi Partai Politik). Jurnal El-Hekam, 1(1), 19-41.

https://doi.org/10.31958/jeh.v1i1.335

Syahrul, R. (2008). Pragmatik Kesantunan Berbahasa Menyibak Fenomena Bahasa Indonesia Guru dan Siswa. Padang: UNP Press.

Syaifuddin. (2013). Konstruksi Capres dan Wapres dalam Media Massa; Studi Analisis Wacana Kritis Terhadap Wacana Politik Editorial Surat Kabar Kompas dan Rakyat Merdeka Dalam Kampanye Pilpres RI 2009. Universitas Padjadjaran.

Utoro, D. Y. S., Susetyo, dan Ariesta, R. (2020). Kekerasan Verbal dalam Media Sosial Facebook. Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, an Asing, 3(2), 150-166.

https://doi.org/10.31540/silamparibisa.v3i2.1013




DOI: https://doi.org/10.26499/surbet.v16i1.231

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  Laman Bahasa Ristekdikti Creative Commons License 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.